APA YANG PALING DIINGINKAN MANUSIA





Setelah saya membaca beberapa buku, akhirnya saya menemukan jawabannya. Manusia tentu memiliki keinginan yang sangat banyak bahkan tak terhitung jumlahnya. Tapi setelah dirangkum di dalam satu buku berjudul How to Win Friends and Influence People karangan Dale Carnegie. Hal yang paling diinginkan manusia terdapat delapan hal.

  1. Kesehatan dan pemeliharaan kehidupan
  2. Makanan 
  3. Tidur
  4. Uang atau benda-benda yang dapat dibeli dengan uang
  5. Kehidupan di alam baka
  6. Kepuasan seksual 
  7. Kesahteraan anak-anak kita  
  8. KEBANGGAAN SEBAGAI ORANG PENTING




Kenapa saya buat capital bahkan sampai dibold segala? Karena hal yang paling terakhir adalah hal yang paling sulit di dapatkan. Kenapa? Selain alasan klasik tidak dapat dibeli dengan uang tentunya. Nomor ke delapan ini adalah hal yang sangat jarang dilakukan orang lain kepada kita.

Ada satu hal yang membuat saya teringat dengan teman saya yang biasa saya panggil Aoi. Dulu dia pernah bercerita kepada saya tentang temannya yang bernama Xiao tapi biasa dia panggil Kirei padahal dia seorang laki-laki. Kurang lebih isi cerita yang dia bicarakan seperti ini.

“Ketika kita sedang bersama, saya selalu membuat Xiao bercerita banyak hal sama dengannya yang selalu terlihat penasaran dengan cerita saya. Tapi dalam beberapa waktu saya lebih suka mendengarnya bercerita dibandingkan saya yang bercerita. Kalau diingat-ingat saya selalu merasa kalau saya itu orang yang membosankan karena membiarkan dia yang terus bercerita. Toh, pada dasarnya saya sangat tertarik dengan semua pengalamannya dan saya masih ingat apa saja yang dia ceritakan.


Suatu ketika saya bertemu dengan teman yang tidak dekat dengan saya tapi dekat dengan Xiao. Dia duduk disamping saya dan berkata, “Tau gak Xiao sering bilang, kamu itu satu-satunya perempuan yang bisa dia ajak ngobrol banyak hal.” Saya bingung dengan perkataannya dan hanya tersenyum. “Dia juga bilang dia paling nyaman bicara sama kamu.” Lagi-lagi saya mengangguk. Saat perempuan itu pergi saya terdiam cukup lama. Apa yang membuat dia merasa nyaman dengan saya? Bahkan setiap bersama saya, saya sangat jarang mengucapkan sesuatu bahkan saat dia mengeluh saya hanya mengelus punggungnya tanpa memberikan kata semangat atau menasehatinya.”

Ternyata jawabannya cukup singkat bahkan terdengar sederhana, cukup menjadi pendengar yang baik. Sayang menulisnya tidak semudah mengatakannya. Karena untuk menjadi pendengar yang baik berarti kita harus menghilangkan ego kita untuk menyela pembicaraannya.

Karena memang pada dasarnya kita hanya memikirkan diri kita sendiri. Jangan membandingkan kalimat saya dengan berapa nominal yang kita keluarkan saat memberi sumbangan kepada kaum miskin. Cukup dengan setiap kita berbicara dengan orang lain di telfon kita akan tahu. Kata apa yang paling banyak diucapkan oleh kedua orang tersebut? Jawabannya kata pengganti orang pertama “saya, saya dan saya.” Tidak hanya kalian bahkan saya sendiri juga ingin diakui dan ingin seseorang tertarik dengan apa yang saya minati. Tapi toh siapa yang peduli? 

Kebetulan saat menulis artikel ini saya sudah menghitung jumlah kaya "saya" sebanyak 58 kata.

Saya ingat kejadian yang cukup membuat saya kesal sekaligus ingin terkikik geli. Kami berdua sama-sama penyuka musik. Dia seorang gadis yang pernah mengikuti beberapa lomba kesenian mau pun akademik.  Saya cukup mengerti ketika dia bilang, “Saya yakin saya bisa melakukan semuanya, karena saya mampu untuk melakukannya,” terdengar sombong? Ya awalnya saya juga berpikir seperti itu. Tapi toh wajar dia mengatakannya. Hanya saja ingat satu hal di dunia ini tidak ada yang sempurna.

Saat itu dia memberikan sebuah cerpen dan saya mengkritiknya sebagai seorang pembaca. Walau pun saya sering menulis fanfiction tetap saja saya seorang amatiran. Saat itu saya menemukan raut wajahnya yang tidak senang. Ah~ saya saat itu lupa dengan perkataan Hans Selye “Kehausan kita akan persetujuan sama besarnya dengan ketakutan kita kepada kritik” padahal sudah saya garis bawahi dengan spidol pink agar terlihat mencolok dari stabilo berwarna kuning.

Sudah beberapa bulan kami masih berteman baik. Dia selalu membanggakan adiknya yang pandai menyanyi dan menari. Ketika itu saya teringat dengan seorang penyanyi asal negri gingseng. Yah~ penyanyi disana itu terkenal cukup buruk dalam pelafalan bahasa inggris. Ketika saya menemukan seorang penyanyi yang bisa mengucapkan kalimat dalam bahasa inggris dengan fasih membuat saya sangat tertarik.

Dengan semangat saya ceritakan padanya sampai-sampai kita masuk ke dalam cafe. Saya masih saja bercerita, bagaimana saya mengagumi artis tersebut. Apa tanggapannya yang dia tunjukan pada saya? dia hanya mengangguk sampai seorang pelayan memberikan sebuah buku menu. Saat saya ingin menunjukkan videonya saya sedikit kebingungan karena saya lupa membawa headset.

“Kamu bawa headset?” dia mengangguk.

“Ah! Kalau gitu pake headset kamu aja, biar kedengeran.”

Dia yang sibuk dengan menu dihadapannya tiba-tiba berkata dengan santai. “Gak usah deh, males ngambilnya.”

JLEB!

Hahahahahahha.. Itu memang menyebalkan tapi lagi-lagi saya teringat dengan kata-kata Dale Carnegie. “Mengapa harus membicarakan tentang apa yang kau inginkan? Itu kekanakan. Absurd. Tentu saja. Anda berminat dengan hal-hal yang Anda inginkan. Anda akan selamanya berminat terhadap hal itu. Tapi tak seorang lain pun yang berminat. Kita semua persis seperti anda : kita berminat terhadap apa yang kita inginkan

Saya menyimpulkan beberapa hal. Terkadang salah satu penghargaan yang lebih berarti ketimbang tropy mau pun nobel adalah ketika dalam sebuah diskusi orang itu tertarik dengan apa yang kita katakan.  Ketika orang tersebut tersenyum tulus saat keberhasilan kita. Ketika orang itu ingat dengan hari ulang tahun kita. Ketika orang itu dapat menyebutkan nama lengkap kita tanpa merasa kesulitan saat mengucapkannya. Bahkan ketika semua orang mencibirmu, orang tersebut memberikan senyuman tulus tanpa mengharapkan apa pun.

Oia, satu lagi mau tahu bagaimana membuat seseorang menghindari Anda dan menertawakan Anda di belakang Anda, atau bahkan merendahkan Anda, ini resep yang diberikan oleh Dale Carnegie: Jangan pernah mendengar siapa pun dalam waktu yang lama. Bicaralah tanpa putus-putus tentang diri Anda. Kalau Anda mempunyai ide tatkala orang lain sedang berbicara, jangan tunggu dia sampai selesai, segera saja potong ditengah kalimatnya.

posted under |

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

In time

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

My world

Tentang semua pemikiran yang terkadang nyeleneh, gak guna tapi berkesan.

Tentang semua yang ditangkap mata, didengar telinga, dan dirasakan oleh anggota tubuh mengenai peristiwa yang ada disekitar.

Bukan hal yang berbobot tapi cukup berguna untuk dipikirkan
.

Recent Comments