Touch n’ Go
Touch my body
Know you love my curves
Come on and give me what I deserve
And touch my body
Mariah Carey – Touch My Body
Lagu
yang enak didenger tapi saya ragu buat nyanyiin ini lagu keras-keras
hahahahaha. Kenapa saya malah nulis lirik lagu ini? Karena lagu ini yang ada
diotak saya waktu saya liat tulisan Touch n’Go. Tulisan ini entah kenapa
bergentayangan dimana-mana waktu pertama kali saya datang ke Kuala Lumpur
(Horeeeee).
(Gerbang Tol)
Saya
mau jujur dulu, sebenernya ini tulisan yang saya kasih buat salah satu tugas
tambahan saya. Tapi saya juga pengen posting tulisan ini diblog yang semakin
lama semakin sepi. Tsktsktsk..
Seperti
yang kita tahu, Malaysia
merupakan salah satu negara komanwel
yang merupakan bekas jajahan Inggris. Dimana Malaysia diberikan
kemerdekaannya, yang sekaligus menjadi negara serumpun yang merupakan bagian
dari Negara Inggris. Selain sebagai negara komanwel, Malaysia pun saat Perang
Dunia II menjadi negara yang berada di pihak Blok-Barat.
Saya
baru tahu, ternyata Malaysia
pun
merupakan sebuah
negara federasi yang terdiri dari tiga belas negara bagian dan tiga wilayah
persekutuan di Asia Tenggara. Dengan ibu kota Kuala Lumpur dan Putrajaya
menjadi pusat pemerintahan persekutuan. Bentuk pemerintahannya sendiri adalah
monarki konstitusional, yaitu berupa negara kerajaan yang diatur oleh
konstitusional. Dimana kepala negaranya merupakan seorang raja yang disebut
dengan Yang di-Pertuan Agong. Sistem pemerintahannya sendiri merupakan sistem
parlementer Westminster, yang merupakan warisan penguasa kolonial Britanis.
(Putrajaya)
Foto
saya waktu mengunjungi Putrajaya sebagai pusat administrasi Malaysia (narsis).
Awalnya saya bingung, kenapa banyak bendera yang ngelilingin bendera Malaysia.
Awalnya saya pikir itu bendera negara serumpun tapi mana bendera Inggrisnya?
Atau setidaknya mana bendera Singapurnya. Dan akhirnya saya menemukan
jawabannya kalau ternyata itu bendera negara-negara bagian di Malaysia.
Top Down planning
merupakan model perencanaan yang dianut oleh Malaysia. Dimana perencanaan yang
dilakukan oleh lembaga pemerintahan sebagai pemberi gagasan awal serta
pemerintah berperan lebih dominan dalam mengatur jalannya program yang berawal
dari perencanaan hingga proses evaluasi, dimana peran masyarakat tidak begitu
berpengaruh.
Indonesia
terkenal dengan demokrasi yang kebablasan nah ternyata Malaysia pun disebut sebagai negara
demokrasi (tidak seutuhnya)
karena adanya pemilihan umum dan
penghapusan ISA (akta keselamatan dalam negeri). Dimana jika ada individu yang
bersuara atau berpolitik serta mengancam keamanan, maka akan ditangkao dan
dihukum sesuia dengan peraturan yang berlaku di dalam akta ISA. Namun negara
demokrasi itu tidak terlalu nampak di dalam diri Malaysia yang masih
menggunakan perencanaan top down. Yang padahal demokrasi sendiri berarti dari
rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat. Jadi masyarakatnya sendiri tidak berperan lebih aktif
karena peran pemerintah yang lebih dominan dibandingkan peran dari masyarakat
itu sendiri.
Tapi
ada satu hal yang membuat saya tertarik dengan negara Malaysia yaitu beberapa pelayanan pemerintah
Malaysia menggunakan sistem self service. Hm~
Indonesia juga ada sih, salah satunya yang paling kita sering lakukan adalah
belanja di super market hehehe. Self service ini terjadi karena kemajuan
teknologi yang membantu penyedia layanan agar pelayanan tersebut dapat
terselesaikan dengan lebih efektif dan efesien (bahasa anak AN banget)
Karena
penyedia layanan
public sendiri tidak hanya diberikan oleh pemerintah tetapi juga oleh pihak
swasta. Maka dalam
pelayanan transportasi umum di Malaysia
menerapkan konsep TOD (Transit
Oriented Development). Konsep ini membuat masyarakat memilih angkutan
umum dikarenakan stasiun stasiun MRT bawah tanah, halte bus, dan term berada
ditengah pusat perekonomian untuk memudahkan para penumpang. Dan penumpang sendiri cukup
menggunakan satu kartu untuk menggunakan MRT, LRT, Bus dan Term sebagai sistem
ticketing yang terintegrasi.
Nah ini dia inti judul yang mau saya jelaskan..
Touch n’ Go,
merupakan teknologi berbasis sistem pembayaran elektronik dengan
menggunakan kartu pintar tanpa sentuh yang menggunakan teknologi MIFARE. Secara
teknis MIFARE adalah teknologi komunikasi radio frekuensi transmisi data antara
kartu pintar tanpa sentuh dan alat pengibas.Kartu ini sendiri dipasarkan oleh
Jaringan Segar Sdn Bhd, dan alat pemindai Touch n’ Go diproduksi oleh sebuah perusahaan Malaysia
yaitu Cipher Tec (M) Sdn Bhd.
Dulunya kartu ini merupakan salah satu sistem yang
dirancang untuk memproses sampai 800 kendaraan
perjam untuk mengurangi antrian kemacetan di Plaza tol. Yang telah berinovasi
sebagai kartu yang terintegrasi dengan pelayanan lain. Selain sebagai
pembayaran dalam penggunaan jalan tol,
kartu ini dapat dipakai untuk berbagai angkutan umum seperti LRT,
Monorel, Kereta Bandara (ERL) dan Rapid KL (bus), parkir mobil, pembelian tiket
film, makan di restoran atau berbelanja di toko ritel. Tapi penggunaan kartu ini
tidak sama sepertu kartu kredit. Jadi sebelum
menggunakannya kita perlu mengisi saldonya terlebih dahulu.
Buat kalian yang tinggal di Malaysia dengan
waktu yang cukup lama. Saya sarankan untuk memakai kartu ini. Selain karena
lebih mudah tetapi juga menghindar dari lamanya dan panjangnya antrian jika
memakai kendaraan umum. Di Malaysia tidak ada angkot apa lagi ojek. Kendaraan
favorit mereka adalah LRT. Bus dan Taxi merupakan pilihan terakhir Masyarakat
disana dikarenakan ongkos yang dikeluarkan cukup mahal.



Recent Comments